4 April 2026 11:44 am

Ramadhan & Lebaran di Mekah: Ramai, Hangat, dan Penuh Makna✨

Ramadhan & Lebaran di Mekah: Ramai, Hangat, dan Penuh Makna✨
Menjalani Ramadhan di Masjidil Haram—tempat di mana setiap momen terasa lebih hidup, tapi juga lebih menenangkan.

Ramainya yang Menenangkan** Dari rooftop, lautan manusia terlihat begitu luas. Semua datang dengan tujuan yang sama: beribadah dan berharap. Ramai, tapi tidak terasa sesak. Justru hangat.Aku cukup diam, melihat, dan menyadari—tidak semua hal perlu dijelaskan, cukup dirasakan.


taken from rooftoop expantion area
taken from rooftoop expantion area
Sederhananya Nikmat

Di sela ibadah, ada momen kecil yang terasa sangat berarti.

Duduk di atas sajadah, ditemani syahi hangat dan gahwa. Sederhana, tapi cukup.
Di tempat ini, kebahagiaan tidak datang dari hal besar, tapi dari hal-hal yang tenang dan apa adanya.



-
Berbuka yang Menghangatkan

Menjelang maghrib, semua mulai duduk rapi dengan paket ifthar di tangan.

Tidak saling mengenal, tapi berbuka bersama.
Saat adzan berkumandang, semua menikmati yang ada—dengan rasa syukur yang sama. Di sini, semua terasa setara.

Jeda Singkat & Menikmati Kopi

Di sela jeda ibadah, aku sempat mencoba rekomendasi kopi dari warga lokal—Camel Step.

Tempatnya sederhana, tapi cukup jadi tempat berhenti sejenak. Secangkir kopi di tangan, jadi teman untuk menarik napas sebelum kembali ke Masjidil Haram.

Selama perjalanan umroh, memilih pakai semua koleksi zafa—salah satunya basic abaya anti UV. Nyaman, ringan, dan mendukung aktivitas dari siang sampai malam.


with basic abaya anti uv black
with basic abaya anti uv black

Nyaman Saat Ibadah

Selama ibadah umroh, pakai koleksi Hijra Mukena.

Desainnya sudah menutup aurat dengan baik, jadi praktis tanpa perlu tambahan handshock. Lebih simple, tetap rapi, dan memudahkan saat ibadah sholat dan umroh.

-

Ziarah

Alhamdulillah, Allah beri kesempatan ziarah ke Jannat al-Ma'la.

Tempat ini begitu sederhana, tanpa bangunan megah—hanya hamparan tanah dengan tanda-tanda makam. Tapi justru di situ terasa maknanya.

Mengingatkan bahwa pada akhirnya, semua akan kembali.
Membuat hati jadi lebih tenang dan lebih sadar.


-

Nyaman di Cuaca Madinah

Saat di Al-Masjid an-Nabawi, cuacanya berubah—pagi dingin, siang cukup panas.
Pakai Sofeeya Abaya Linen. Bahannya ringan, tetap adem saat siang, dan masih nyaman di pagi yang sejuk. Cukup membantu untuk tetap fokus ibadah tanpa terganggu cuaca.

-

Ke Rawdah, Penantian yang Terbayar

Alhamdulillah, Allah beri kesempatan untuk masuk ke Raudhah, setelah usaha dan “perjuangan” lewat aplikasi Nusuk. Momen itu terasa singkat, tapi sangat berharga.
Di tempat yang disebut sebagai taman surga, semua doa terasa lebih dekat untuk disampaikan. Tidak banyak yang bisa diucapkan—hanya syukur dan harap.

-

Lebaran yang Berbeda

Di bawah Abraj Al Bait Clock Tower, tulisan *Eid Mubarak* menyala terang.

Tidak ada suasana rumah, tapi ada ketenangan yang berbeda.

Lebaran kali ini bukan tentang pulang ke rumah, tapi kembali ke hati yang lebih bersih.


-


Dari ramai yang menenangkan, momen sederhana, hingga refleksi yang dalam—semuanya jadi bagian dari perjalanan ini.

Dan mungkin, di situlah maknanya.


Blog Post Lainnya
Social Media
Alamat
085868060246
zafa.cs01@gmail.com
Metode Pengiriman
-
Berita Newsletter
`Berlangganan
@2026 zafa outfit Inc.